Kamis, 24 November 2011

Betapa sumpeknya Jakarta!!

Kemarin waktu saya mampir ke Jakarta untuk acara #wordisme, saya sempet agak ilfeel ngeliat Jakarta dengan keadaannya yang sangat nggak enak dilihat itu *maaf-ya-penduduk-asli* ;))
Waktu baru keluar tol dan udah ketemuan sama yang namanya macet Jakarta itu aja saya udah males sebenernya
Kalo nggak inget tujuan saya, saya pasti udah kabur lagi ke Bandung


Miris sebenernya, ngeliat jalan kecil nan sempit yang masih bisa dilalui angkot 2 jalur itu. Rumah2 itu terlihat berdesakan seperti kehabisan nafas. Kalo diibaratkan manusia, mereka pasti sedang sibuk menjerit2 minta tolong setiap hari. Belum lagi hawa panas yang tak bisa dielakkan lagi. Padahal menurut saya, mereka juga pantas hidup enak di tengah megahnya kota Jakarta. Saya sih gak akan sok-sok pintar cari solusi, secara saya juga bukan gubernur atau semacamnya lah.
Saya cuma pengen mengeluhkan Ibu Kota Negara saya yang gak sehat untuk ditinggali.


Kurang lebih beginilah macetnya kota Jakarta yang sore itu saya jumpai
Gak keruan macetnya, pantesan banyak banget makian a la seleb on twitter yang sering saya baca
Karna ternyata terbukti, yang saya temuin juga yang begini
Mobil2 biasa jalan kayak siput kebelet pipis

 Look at the pic , sedih banget liatnya :'(

Can u imagine that, banyak banget anak2 Jakarta yang pada akhirnya harus ngerasain kerasnya kota Jakarta
That's why banyak banget tindakan kekerasan atau tindakan kriminal di sini
Gaya hidup yang semrawut juga sangat berpengaruh pada kondisi jiwa dan psikologis seseorang
Orang cenderung berani melakukan tindakan kejahatan yang sangat diluar logika
Kita gak perlu menyalahkan siapapun atas kondisi kota yang sangat menyedihkan ini
Tapi mungkin sedikit bercermin , khususnya orang2 yang punya kedudukan tinggi dan kekayaan berlimpah yang hidup enak di Jakarta

Istilah " Yang miskin makin miskin, yang kaya makin kaya" juga emang mencerminkan Ibu Kota ini
Banyak diluar sana yang keluar masuk dugem tiap malam menghabiskan uang orang tua atau penghasilannya sendiri yang di atas rata2, banyak juga kalangan jet set yang setiap hari justru kebingungan dipake untuk apa lagi duit yang gak habis2 itu.
Ironicality adalah bahasa yang selalu saya gunakan untuk hal2 seperti itu.

Saya kasian sama bangsa ini.
Pembodohan dan mengejar kekuasaan, kedudukan, dan kekayaan di Ibu Kota ini kemajuannya seimbang
Sama rata ...

Apakah kita mau berada di lingkungan dengan sumber daya manusia yang begini terus??? :'(



Selasa, 22 November 2011

Antara #wordisme , dan saya :')

Dear #wordisme ...



Akhirnya saya mulai menulis juga tentang the-interesting-moment on 19th Nov 2011 kemarin
Setelah sebelumnya saya sempat nyaris mencekik leher saya sendiri waktu dapet email dari panitia one-day-workshop bahwa saya kepilih jadi salah satu peserta *oke mungkin itu berlebihan tapi memang begitulah kenyataannya* ;)

Saya sampe menggunakan jasa screen muncher untuk mengcapture email itu saking bangganya
Saya emang terlalu seneng kalo tulisan iseng saya yang singkat itu ternyata bisa masuk nominasi juga
Kenapa saya bilang iseng, karna waktu itu saya nggak tahu kalo wordisme itu apa dan bagaimana
Saya hanya mengungkapkan dengan jujur tentang alasan saya kenapa sangat ingin jadi penulis :)


Saya,, @rockeria berangkat sangat pagi dari Kaisar Residence setelah sebelumnya sibuk menunggu taxi panggilan yang tak kunjung datang. Akhirnya kita bisa sampai sana dengan selamat and really exicited :))

Take a pic before we going to the ballroom :)

Saya-Arien-Sarah and then Ria (ceritanya kita lagi nunggu taxi)

Orang pertama yang saya liat di lantai 7 itu adalah @AlberthieneE yang ... SUNGGUH-DIA-KURUS-SEKALI!!! (dan betapa ngirinya saya ya Tuhan) baiklah ... forget what I say ...

She had a great inner beauty :)

Saya udah mulai ga sabar karna baru dateng dan masih pagi udah dapet goodybag yang isinya berbagai majalah (whatever itu majalah tanggal kapan) , novel nya Mbak AE yang sempet saya ngerengek2 ke @gembrit minta tuker karna saya udah punya novelnya Mbak AE. Hey, cuties ... thanks for another novel-nya ya :')
Saya juga ketemu sama Mbak @ekaotto yang agak gemukan *tapi cantik kok* :D
(ga nyangka kita bisa ketemu di sana) :))

Sebelumnya saya mau minta maaf kalo cerita saya agak membosankan
Tapi saya nggak akan banyak cerita tentang session pertama sampe terakhir
Perasaan saya terlalu menggebu-gebu dan terlalu bersemangat untuk menceritakan tentang mereka
Mereka, para pembicara yang diutus untuk sedikit meluangkan waktu untuk *kami para penulis2 muda yang kalo diibaratkan buah belum terlalu mateng* itu adalah orang2 yang sangat hebat
Dari cara mereka berbicara, dan mengungkapkan rahasia dibalik kesuksesan mereka menjadi penulis
Di sini kita diajak untuk meluruskan minat kita akan menjadi penulis dalam bidang apa
Kita juga diberikan banyak option dari mulai menulis di majalah, menulis biografi, menulis di blog, menulis cerpen/fiksi, sampai menulis skenario sinetron
Pilihan beragam ini memang sempet bikin saya mikir arah mana yang akan saya ambil dan akan dibawa kemana
Saya ingin menulis apa dan jadi penulis yang bagaimana?
Tadinya saya menggunakan tulisan hanya sebagai salah satu cara untuk berbicara diluar kemampuan bibir saya dalam membeberkan berapa ratus kata
Saya biasa menulis di blog, numpang di status facebook/twitter, dan bahkan di memo blackberry phones
Tapi sekarang saya mulai berfikir bagaimana menjadi penulis tetap
Being a real writter seperti para pembicara2 keren di #wordisme kemarin

Acara ini seolah membukakan mata saya dengan 1 hentakan moment yang paling berharga
Like a ... " Hey, dunia penulis itu luas, dan kamu bisa berkarya di sana dengan bebas tanpa takut"
Menulislah apa yang ingin kamu tulis like My @djenarmaesaayu say yesterday
Dan jangan bergantung pada 'mood' yang biasa kita jadikan kambing hitam (ini kata saya :D)
Menulislah setiap hari ga peduli tulisannya jelek, karna kita masih punya beberapa waktu untuk mengeditnya @radityadika

Jadi intinya, saya sangat bangga bisa menjadi bagian dari acara ini
Mereka yang duduk di stage ballroom Kompas Gramedia Jakarta kemarin adalah orang-orang hebat yang punya kualitas dalam berfikir. Bagaimana menjadi penulis yang baik. Dan dengan tulus mau membagikannya pada kami ke 300 sekian peserta untuk menyerap ilmu dan pengalaman mereka yang berharga


Dan entah ada berapa ratus ucapan terima kasih saya pada Mbak @AlberthieneE yang rela kering gigi karna berfoto berkali-kali dengan kami :)
Yang baru bertemu sekali sudah mau menyapa kami tanpa segan tanpa ragu
Yang tidak menciptakan tembok yang tebal dengan kami yang hanya sebagai penulis muda yang sekedar ngefans dan ingin lebih dekat dengan idolanya
Yang mau repot2 dan capek mengurus acara ini (eh, dibantu panitia juga tepatnya), hingga acara ini berlangsung sangat sukses
Saya sempat berkhayal sedikit *maaf kalo saya norak* , bahwa entah di berapa tahun mendatang saya yang akan berbicara tentang dunia saya di depan ratusan orang di stage tersebut dan dengan semangatnya memberikan sedikit ilmu saya yang mudah2an bermanfaat

Thanks a lot for all a part of this event
Seriously, it's meaning much for me
I love u all :))

Senyumnya emang agak2 maksa :D


Maaf bukan maksud porno, tapi emang penempatan name tagnya agak2 salah naro :D
 
Mbak AE lagi sibuk tanda tangan bukunya (pegel2 deh mbak) :P

Dapet tanda tangan Mbak @ikanatassa tapi sayang ga sempet foto bareng :(


See you next workshop dear ...
I'am gonna miss u all :')

Senin, 21 November 2011

Menjadi Cantik atau menjadi Pintar???

Which one do you like?

Kalo saya sih simple, dua-duanya pasti saya pilih (ya iyalah) :))
Tapi cantik yang memang cuma versi saya dan ukuran saya
I means, saya punya barometer tersendiri tentang definisi cantik
Kalo dulu waktu masih ABGlabil, menurut saya cantik itu kurus, putih, rambut panjang, dan wajah yang menarik
Walaupun emang sekarang pun tiap liat cewek yang saya gambarkan tadi emang bisa disebut cantik yaa, tapi cantik menurut saya sekarang ga harus punya kriteria model *Konteks yang kita bicarakan masih soal fisik ya*
Cantik itu fleksibel aja. Bersih wangi dan enak diliat itu udah cukup memaknai cantik secara fisik
Whatever sama berat badan *Maaf, untuk yang ini saya masih ngeluh kl berat badan naik :D* , whatever juga sama tinggi badan atau warna kulit, rambut panjang pendek pun sama aja kalo eye cathy

Dan tentang pintar, ukuran saya juga bukan hanya pintar secara formal
Tapi informal juga perlu diperhatikan
Jujur saya sih kurang setuju sama adanya home schooling (kecuali artis sama whatever segudang kesibukannya)
Kenapa kurang setuju? Karna sebenernya yang bikin seseorang jadi pintar itu menurut saya bukan guru atau sekolah. Mereka hanya kasih sebagian ilmu yang emang harus kita serap. selebihnya, pintar itu relativitas juga sifatnya. Contohnya sosialisasi dengan lingkungan sekitar dan temen2. Di sekolah, lingkungan sendiri yang akhirnya akan membentuk cara berfikir kita dan cara kita menghadapi orang lain

So' saya memilih cantik saat saya dalam keadaan bersih dan wangi. Dan emang pake baju yang pantas menurut saya *ga peduli kata orang ga pantes*
Banyak temen2 saya yang kemakan sama fashion dan gaya hidup menengah ke atas
Mungkin memang keren keliatannya, tapi saya sangat mencintai kesederhanaan saya
Termasuk dalam cara berpakaian. Menjadi icon itu gak harus bergaya fenomenal kan? :)

Dan saya bangga kalo saya pintar (ga tau deh dinilai dari mana :D)
Buat saya *termasuk saat saya menilai orang lain* menjadi pintar itu adalah saat seseorang punya kebebasan cara berfikir
Cara menilai dari sudut pandang tertentu, dan cara menghadapi orang2 di lingkungan kita
Bagaimana menemuka sesuatu yang baru yang memang bisa dimanfaatkan dalam hidup
Bukan sekedar hanya dapet pujian dari orang lain

Cantik dan pintar adalah kombinasi eksotis yang memang harus seimbang
Tuhan memberikan kita banyak pilihan
Jadi, menjadi pintar dan cantiklah untuk dirimu sendiri
Saat kamu merasa nyaman, tidak berlebihan dan apa adanya
Mungkin ini yang disebut sebagai inner beauty
Semua berawal dari otak kita, cara dia merangsang segala peristiwa di sekitar kita
Lalu akan berlanjut ke cara kita berpenampilan

Cantik , modis, tapi juga berwawasan?
Saya yakin semua perempuan menginginkan ketiga elemen dasar itu untuk bisa menjadi sesuatu :)

Kamis, 17 November 2011

Countdownt #wordisme

Mari kita menghitung mundur waktu.

Siang yang panas di Bandung akan jadi sumber kebetean pertama saya sebelum saya benar2 beranjak dari Jakarta. Sorry, dari tadi pagi bete demi bete kejadian sempat menyetrum semangat saya sampe hangus kebakar.
But, now. Ngeliat antusiasme peserta #wordisme dari berbagai kota dan daerah kembali menyulut semangat saya sampe gada batas. kaya ada pesawat ulang alik yang terbang ke atas tanpa instruksi.
Oke, terdengar lebay sekali mungkin ya. Tapi biarlah semangat ini berkobar kayak semangat untuk menjumpai para2 penulis2 nanti di Jakarta

Sedikit cerita tentang #wordisme, saya cuma iseng2 aja kirimin se 'ecret' tulisan saya (please dont ask me about meaning 'ecret'. it's sundanesse language yang saya karang sendiri) :))
Tapi waktu mengemukakan kenapa saya ingin jadi penulis, saya bener2 nulis dari hati. That's why I'am gonna die with handswrting when I'am wrote something. haha. norak!
Tapi untuk yang 1 ini saya jujur saya bener2 ingin menjadi seorang penulis.
Oke, kita gak usah bahas tentang materi atau bahkan berapa duit yang akan saya dapat nanti.
We talk about, I REALLY LOVE WRITING.
Dan saya berharap acara #wordisme ini bener2 buka gerbang menuju dunia penulisan yang udah lama banget saya idam-idamkan.

Saya menulis untuk diri saya sendiri. saya menulis karna saya suka dan saya merasa sangat menjadi diri saya. Dan entah dari mana asalnya, saya sempet bilang kalo Tuhan meminjamkan kekuasaannya pada jari-jari saya dan hasilnya adalah tulisan-tulisan saya.
Saya gak akan nunggu orang bilang tulisan saya bagus. Yang jelas, I really concern my handswriting. Kita temukan kekuatan dan keajaiban Tuhan lewat tangan saya saat sedang menari dengan kata :)

Senin, 14 November 2011

Membunuh dunia dalam jiwaku

Malem ini, malem di mana lagi2 kontradiksi itu bekerja
Bekerja lebih keras dari biasanya
Saya tiba-tiba berfikir tentang ujian hidup
Saya tidak mau lagi tenggelam dalam ujian yang tak ada hasilnya
Saya tak mau menghabiskan sebagian sisa hidup saya untuk hal-hal yang saya hindari

Bicara tentang 'menghindar', mungkin saya jagonya. Saya sadar bahwa saya penakut. Seorang wanita biasa yang punya banyak ketakutan dalm hidup. Takut akan hal-hal yang belum saya tahu. Yang belum Tuhan tunjukan. Saya pecundang yang tak berani menghadapi tantangan. Saya cenderung menghindar dari tantangan hidup. Jika saya diberi soal pilihan ganda, saya akan cari jawaban yang lebih mudah dicerna dan mencari soal yang lebih mudah dijawab. Almost all people's say that to me. Termasuk pasangan hidup saya.

Dan malam ini, lagi-lagi saya ingin menghindar dari kenyataan
Saya lemah saat kenyataan seolah menolak kehadiran saya
Saya mati dalam rasa
Tapi saya hidup dalam kekosongan
Saya ingin menghindar, pergi, berlari, sejauh-jauhnya
Tapi tidak bisa. Ini kenyataan yang harus saya hadapi. Saya tak akan merubah apapun yang sudah semestinya ada. Yang sudah Tuhan tuliskan jalan ceritanya. Saya hanya perlu menghadapi. Berhadapan dengan kesulitan dan tantangan. Dan sedikit saja mengerti bahwa hidup itu bukan hanya tentang pilihan. Tapi juga tentang menjalani sesuatu. Terlalu sering saya protes padaNYA. Tanpa sadar bahwa banyak hal yang tidak saya lakukan untukNYA. Saya benar-benar tak bisa menghadapi ini. SENDIRI.
Hanya ada sepi yang bergelantungan dengan suara-suara samar yang lamat-lamat tak terdengar dan pergi menjauh.
Mungkin saya hanya akan menunggu di ombang ambing waktu
Kembali menjadi serpihan pasir kecil yang menunggu kapan ombak datang membawanya pergi ke tengah lautan, atau tetap berada di pesisir sampai takdir yang akhirnya menentukan
Saya hanya bagian kecil dari makhluk yang sedang berteriak marah di sana
Saling menunjukan kekuatannya tanpa sadar , ada yang jauh lebih kuat dari mereka
Siapa yang tak sadar? aku atau mereka?
Lalu siapa yang bodoh???
Apakah aku harus membunuh mimpi, harapan, fantasi, imajinasi, dan kenyataan di waktu yang sama
Apakah aku harus membunuh kehidupan, hanya dengan 1 pemikiran yang dalam hitungan detik mengalahkan segalanya? Haruskah???

Sedikit khayalan tentang tangan tak terlihat

Aku berlari tanpa lelah, tanpa jeda, dan tanpa mencari garis finish
Tahukah Engkau rasanya mencari sesuatu yang tak bisa dicari
Menemukan sesuatu yang tak bisa ditemukan?

Aku berlari tanpa lambaian tangan yang menyambut
Tanpa suara yang menyemangati
Aku terus berlari tanpa henti

Aku sempat terjatuh, lalu tersungkur dan hampir mati
Bayangan tentang kematian mulai menghantui
Mendadak ingin tahu ada apa di surga, dan neraka itu berisi apa saja

Tapi ...
Tiba-tiba ada sepasang tangan yang datang menolongku
membiarkan aku menangis keras di tangannya
membiarkan aku menggenggam tangannya dengan sangat keras
Tapi bisa menampungku agar aku tak jatuh lagi
Tangan yang tak terlihat
Yang bisa kupegang setiap kali aku akan jatuh
Aku berdo'a agar aku tak jatuh lagi
Tapi aku tetap terjatuh
Namun ada kekuatan di sana, kekuatan yang membuatku berdiri lagi
Ternyata tangan itu yang membuatku kuat
Membuatku bisa menjadikan lari itu sebagai sumber kebahagiaan yang memang harus kulalui
Aku tak bisa bertahan tanpa tangan-tangan tak terlihat itu
Tak peduli seberapa sering aku menangis, ia akan selalu berada di depanku
Dan siap menopang tubuhku agar tidak oleng

Terima kasih, invisible hand
U're meaning so' much for me ...

Berlari lagi, tanpa batassss

Akhirnya aku mencariMU lagi Tuhan
Maaf, inilah ketidakgunaanku sebagai manusia
Hanya mencari Penciptanya saat sedang rapuh dan liar pikiran
Tak ada tempat untuk menyandarkan kelelahanku sebentar saja
Aku seperti hidup di singgasana keraguan yang tidak bisa kujangkau hanya dengan tangan kosong
Aku butuh tanganMU, untuk tempat ku berlari
Tempat kubisa berdiri tanpa harus memegangi tembok yang juga rapuh

Disini aku kembali menangis di pelukMU
Tanpa kusadari kucaci kehidupan yang seolah tak punya makna
Kehidupan yang seolah tak punya cerita
Aku tak sadar dengan jalan pikiranku yang tak jernih
Yang terabaikan nafsu 'untuk tetap hidup'
Lagi-lagi aku jatuh Tuhan

Aku tak mau membenarkan atau menyalahkan
Tapi bukankah hidup itu bukan hanya tentang hitam putih?
Apakah aku masih bisa melihat warna lain yang juga Kau ciptakan?
Tapi kenapa hanya warna itu yang bisa kulihat
Tuhan ...
di tengah lolongan malam yang panjang
Aku menangis lagi
Tangis yang ditinggalkan oleh air mata
Tangisan kosong berlabel ketakutan yang dalam
...